272 HUT Langkat Dinas Pariwisata Gagal Wujudkan Visi Misi Bupati.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Langkat, Di Hari Ulang Tahun Kabupaten Langkat Ke-272 dan juga memasuki tahun ketiga jabatan Bupati Terbit Rencana PA serta Wakil Bupati H.Syah Afandin SH, sektor pariwisata langkat terkesan jalan di tempat. Tidak ada inovasi serta ide baru yang lahir dari waktu ke waktu menurut pengamatan Tokoh Pemuda Meidi Kembaren ST yang juga penggiat wisata di langkat.

Meidi dalam keterangannya mengatakan “wisata di langkat ini gak maju-maju, monoton tidak ada konsep. Padahal Pemerintah Provinsi sudah mulai jor-joran memberikan anggaran serta pembinaan untuk pengembangan wisata yang dijalankan langsung oleh Wagubsu Bang Ijeck. Beliau memulai Koordinasi dengan Menpar Sandi Uno di jakarta, sampai beliau rapat bersama dan menginap di lokasi wisata. Mestinya Pemkab melalui Dinas Pariwisata gerak cepat dong, bentuk tim atau apalah yang di kerjakan”.

Kemudian Bung Meidi melanjutkan “Kita liat sendiri lah, simpang masuk tangkahan aja di Tanjung Beringin ada papan nama Tangkahan seperti itu gak layak kali, cemana mau branding pariwisata kelas dunia”. ungkap meidi dengan nada kesal.

Pemkab Langkat melalui Dinas Pariwisata sebagai Leading Sector Pengembangan Pariwisata Langkat, hendaknya harus segera bergerak dan melakukan penataan, banyak sekali peluang pariwisata yang bisa di kembangkan sehingga bisa menjadi pendapatan daerah untuk APBD.

Terlebih di masa pandemi ini, begitu sepinya wisatawan membuat menjerit para pelaku usaha wisata di Langkat. Ditambah lagi dengan begitu banyak problem seperti jalan rusak, waktu berwisata yang buka tutup, sepinya minat orang berwisata dan fasilitas yang tidak memadai.

Pengembangan pariwisata di langkat juga dinilai tidak berbasis masyarakat, akibatnya perkembangan pariwisata hanya di rasakan dan di nikmati pemilik modal.

Desa juga harus berperan aktif agar di setiap daerah tujuan wisata ada penginapan, warung makan atau souvenir yang di kelola Bumdes. Dengan demikian pembangunan pariwisata dapat di rasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali .

Sebagai Ketua Olahraga Rekreasi sekaligus Ketua Himpunan Masyarakat Karo Bung Meidi menyatakan harapannya “Budaya juga harus di tonjolkan dalam setiap daerah wisata yang di orbitkan, budaya harus jadi icon utama penunjang pariwisata. Contoh jika kita ke Bali setiap wisatawan bisa mendadak jadi orang Bali”.

“Tidak ada salahnya ketika orang berwisata ke Langkat para wisatawan juga bisa menjadi orang Melayu atau Karo mungkin. Langkat juga kaya akan budaya yang bisa di jadikan atraksi bagi para wisatawan, itu yang jarang sekali kita jumpai pada tempat-tempat wisata di kabupaten Langkat” Ujar Bung Meidi.

Dengan kondisi pariwisata pada saat ini yang terkesan tidak ada yang berubah maka Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Langkat dianggap gagal “Saat ini saya menilai Kepala Dinas Kabupaten Langkat telah gagal karena tidak mampu mewujudkan Visi Misi Bupati Dan Wakil Bupati Langkat” tutup Bung Meidi dengan perasaan kesal. (MAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER